Langsung ke konten utama

Postingan

Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran 2025/2026, Madrasah Ibtidaiyah NURUL FALAAH

Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran 2025/2026, Madrasah Ibtidaiyah NURUL FALAAH   sekarang bisa melalui PSB ONLINE :  https://s.id/psb-yck LOKASI PENDAFTARAN  : GEDUNG MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL FALAAH  Jl. Sinar Budi Raya No. 7, Rt/Rw. 008/03 (masuk melalui gg.n) Kel. Pejagalan, Kec. Penjaringan – Jakarta Utara Atau dapat mengikuti petunjuk arah jalan Google Maps pada link berikut : https://s.id/lokasi-yck WAKTU PENDAFTARAN : 08.00 s.d 13.00 (SENIN s.d JUMAT) ** MENERIMA SISWA BARU & PINDAHAN HARAP membawa data PERSYARATAN berikut : - Menyerahkan Fotocopy Akte Kelahiran, 3 Lembar - Menyerahkan Fotocopy KTP Orang Tua 3 lembar - Menyerahkan Fotocopy Kartu Keluarga 3 lembar
Postingan terbaru

Berita Duka Cita Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Drs. Johansyah Zainy, M.A.

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Telah berpulang ke rahmatullah dengan tenang, orang tua, saudara, dan guru kami tercinta: Bapak Drs. JOHANSYAH ZAINY, M.A. Dalam usia 72 tahun. Lahir: 19 Mei 1953 Wafat: Rabu, 21 Januari 2026 Almarhum menghembuskan napas terakhir di RSUP Fatmawati dan telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Semasa hidupnya, almarhum adalah sosok yang berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan dan sosial. Beliau mengabdikan diri sebagai Ketua Yayasan Cahaya Kemenangan dan pernah menjadi pendidik (dosen) di Kampus STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) . Almarhum merupakan anak kedua dari pendiri Yayasan Cahaya Kemenangan, Almarhum H.M. Zainy Abdullah. Kami yang berduka cita, keluarga yang ditinggalkan: Putra-putra Almarhum: Bapak Dirza Williansyah Bapak Daniel Zaindiansyah Bapak Daviza Odiansyah Keluarga besar Yayasan Cahaya Kemenangan menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian beliau. Dedikasi, keteladana...

Kumpulan Doa Rezeki

  Rezeki bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi tentang hati yang tenang, usaha yang jujur, dan keberkahan yang mengalir dalam setiap langkah. Sembilan doa pilihan ini menghimpun harapan, ketundukan, dan keyakinan kepada Allah, agar hidup dilapangkan, urusan dimudahkan, dan rezeki diberi keberkahan di dunia hingga akhirat. Kumpulan Doa Rezeki 9 Bacaan Pilihan untuk Kelapangan Hidup 1/9 Doa Berangkat Kerja بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِيْ وَمَالِي وَدِيْنِيْ، اَللّٰهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ وَبَارِكْ لِي فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ Bismillâhi ‘alâ nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radl-dlinî bi qadâ-ika, wabârik lî fî mâ quddira lî hattâ lâ uḫibba ta‘jîla mâ akh-kharta wa lâ ta’khîra mâ ‘ajjalta Dengan menyebut nama Allah, atas diriku, hartaku, dan agamaku. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ridha (menerima) atas ketetapan-Mu serta berkahilah aku atas rezeki yang Engkau tentukan sehingga aku tak tergesa-gesa ...

Kelahiran Nabi Isa ‘Alaihissalam: Mukjizat, Konteks Zaman, dan Pelajaran Iman

  Kelahiran Nabi Isa ‘Alaihissalam merupakan salah satu peristiwa besar dan penuh hikmah dalam sejarah kenabian. Kisah ini mengajarkan tentang kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kesabaran dalam ujian, serta keimanan yang teguh di tengah tekanan sosial dan moral yang berat. Dalam Islam, Nabi Isa adalah salah satu nabi mulia yang dilahirkan melalui mukjizat, tanpa seorang ayah, atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kisah kelahirannya bukan sekadar sejarah, tetapi sumber pelajaran iman dan akhlak bagi umat manusia. Maryam: Perempuan yang Mulia dan Terjaga Kehormatannya Ibu Nabi Isa adalah Maryam ‘Alaihas Salam, seorang perempuan suci, taat beribadah, dan sangat menjaga kehormatannya. Sejak kecil, Maryam dikenal sebagai hamba Allah yang salehah dan dibesarkan di lingkungan ibadah Baitul Maqdis di bawah asuhan Nabi Zakariya ‘Alaihissalam. Allah mengutus Malaikat Jibril untuk menyampaikan kabar bahwa Maryam akan mengandung seorang anak yang kelak menjadi nabi. Maryam terke...

Mengenalkan Zuhud kepada Anak Sejak Dini

  Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh perbandingan  (terutama melalui media sosial) anak-anak sangat mudah merasa kurang, iri, atau tidak puas. Di sinilah pentingnya orang tua mengenalkan konsep zuhud sejak dini. Zuhud bukan berarti hidup miskin atau melarang anak menikmati hal yang baik. Zuhud adalah mendidik anak untuk merasa cukup, tidak berlebihan, dan tidak menjadikan harta sebagai ukuran kebahagiaan. Zuhud Dimulai dari Rumah Anak belajar zuhud bukan dari ceramah panjang, tetapi dari contoh orang tua. Ketika orang tua: tidak memamerkan harta, tidak membandingkan diri dengan orang lain, dan bersyukur dengan apa yang dimiliki, anak akan meniru sikap tersebut secara alami. Mengajarkan Zuhud Tanpa Menyulitkan Anak Orang tua tidak perlu berkata, “Kita tidak mampu,” setiap kali menolak keinginan anak. Cukup katakan: “Yang ini masih bisa dipakai.” “Kita pakai yang perlu dulu.” “Lebih baik uangnya kita simpan untuk...